Belum
lama ini saya mengunjungi salah satu toko buku di Jogja yang sudah lama saya
ingin kunjungi. Namanya Solusi Buku. Toko buku ini adalah salah satu toko buku
independen yang bertempat di Jl. Karanganyar Raya, Blotan, Wedomartani, Kec.
Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gambar-gambarnya sering
berseliweran di media sosial. Sudut-sudut estetik nan menggemaskan rasanya
memanggil-manggil saya untuk visit.
Alasan kedua untuk berkunjung adalah karena sedang ada bazar buku. Namanya Vakansi Literasi. Bazar ini diadakan dari tanggal 14 Maret-19 April pukul 09.00-21.00. Kita bisa mendapatkan diskon sampai 80% di sini. Nggak Cuma itu, mereka juga mengadakan acara seperti booktalk, temu penulis, baca bareng, dan workshop. Tapi kalau untuk toko bukunya sendiri buka setiap hari dari jam 08.00-21.00 WIB.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari pusat kota, akhirnya saya sampai di tempatnya. Mata saya langsung menuju ke tumpukan buku. Ini adalah surga dunia bagi saya. Walaupun sebenarnya tujuan utama saya adalah toko buku estetik itu tapi saya menyempatkan sebentar untuk menelusuri tumpukan tersebut. Barangkali kan saya kecantol satu buku.
Setelah
beberapa kali muter-muter, dapat satu buku yang memikat hati saya. Sayangnya
saya teringat misi yang sedang saya lakukan. Saya sedang membatasi untuk beli
hanya satu buku setiap bulan dan bertekad menyelesaikannya. Sebab saya belajar
dari pengalaman-pengalaman lalu dimana saya sering membeli banyak buku dalam
satu bulan. Tapi tidak jarang yang tidak selesai dibaca. Sebab itu saya belajar
untuk membatasinya. Dan itu pun buku yang memang saya ingin atau sedang perlu
untuk saya baca. Bahkan saya harus riset kecil-kecilan isinya, reviewnya, dan
menjawab benar-benar pertanyaan apakah memang saya betul-betul membutuhkannya.
Jadi dengan seperti itu saya merasa buku tersebut tidak akan sia-sia saya baca.
Akhirnya dengan prinsip saya itu, saya tidak jadi membelinya. Tapi buku itu
jadi wishlist saya di bulan berikutnya.
Suasana siang
itu cukup ramai. Ketika saya masuk ke tokonya pun ada beberapa pengunjung yang
sedang berada di dalam. Ternyata toko buku punya café juga di dalamnya. Begitu
masuk kita langsung bisa melihat meja panjang dengan mesin kopi dan beberapa beans
dalam toples. Di depan meja tersebut terdapat rak buku yang menjulang ke atas
hingga langit-langit beserta buku yang ditata rapi. Rak tersebut terbuat dari
kayu. Semua ornament di ruangan itu cenderung berwarna cokelat muda. Hal ini
berhasil memberi kesan estetik dan hangat-bikin betah deh. Di depannya ada
beberapa meja yang bisa digunakan pengunjung untuk baca buku, mengerjakan
sesuatu, atau sekadar menikmati kopi. Sayang, mejanya tidak banyak. Jadi pas
saya kesana pun sudah penuh. Padahal kalau nggak penuh mau banget nyobain
kopinya.
Lalu saya ke
lantai 2. Begitu sampai di depan pintu lantai dua saya disambut dingin AC dan
ruangan warna putih, oh tentu rak buku estetik yang sering saya lihat di media
social itu. Lampu-lampu berwarna kuning mengiasi rak tersebut. Di tengahnya
terdapat gambar ilustrasi perpustakaan dengan tulisan solusi buku di bawahnya.
Ruangan ini cukup luas di kiri, kanan, dan tengah terdapat sofa yang bisa kamu
gunakan untuk membaca buku atau sekadar istirahat menikmati suasana. Oiya kita
juga bisa baca buku gratis loh. Tapi bukan buku yang dipajang di rak besar itu
ya melainkan di satu rak di sebelah sofa bagian tengah. Bukunya menarik-menarik
kok. Tau gak, suasana di lantai dua ini malah bikin saya mengantuk. Iya karena
saking nyamannya. Di tambah saat itu langit sedang mendung jadi udaranya
semakin dingin.
Saya jadi berpikir toko bukunya ini menurut saya nggak hanya hidden gem-sebab lokasinya yang jauh dari titik kota. Tapi juga seperti namanya, solusi buku, semacam solusi dalam meningkatkan literasi masyarakat sekitar khususnya atau pengunjung yang datang dari jauh umumnya. Konsep toko buku yang dibikin estetik dan instagramable cukup menjadi daya tarik siapapun untuk berkunjung. Mungkin bisa menarik orang-orang yang awalnya tidak suka baca tapi sebab tempatnya yang cantik dan nyaman mereka terdorong untuk berkunjung dan membaca atau membeli buku. Maka saya berani katakan kalau kamu suka baca atau foto-foto cantik dan sedang berkunjung ke Jogja, toko buku ini layak banget kamu masukan ke dalam itinerarymu. Kalau kamu suka baca? Oh itu jadi hal wajib buat kamu hihi.
Begitu cukup puas untuk menikmati lantai 2 ini, saya pulang dengan perasaan happy dan pikiran “Toko buku mana lagi di Jogja yang akan aku kunjungi selanjutnya ya?”

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Comments